Showing posts with label ulama Indonesia. Show all posts
Showing posts with label ulama Indonesia. Show all posts

Thursday, 16 March 2017

Al- Allamah Al-Habib Abdullah dan Al-Allamah Al-Habib Hasan


Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Muhammad Syahab dan Al-Allamah Al-Habib Hasan bin Abdullah Asy-Syathiri adalah dua Ulama Tarim yang digelari Galbu Tarim (Hati Kota Tarim), karena kuatnya pengaruh keduanya dalam sendi-sendi kehidupan, baik kehidupan beragama maupun sosial di kota Tarim.

Ketika Habib Hasan masih hidup, beliau digelari Ainu Tarim (Mata Kota Tarim) dan Habib Abdullah bergelar Qalbu Tarim (Hati Kota Tarim) meneruskan gelar ayah dan kakeknya. Setelah Habib Hasan wafat, gelar Qalbu Tarim dan Ainu Tarim disematkan sekaligus kepada Habib Abdullah hingga saat ini.

Adapun orang yang pertama kali bergelar Galbu Tarim adalah Al-Quthub Ar-Robbani Al-Arifbillah Al-Kabir Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Idrus Syahab. Setelah beliau wafat, gelar tersebut turun kepada anaknya, Habib Muhammad bin Alwi. Setelah Habib Muhammad wafat, turun lagi kepada anaknya, Habib Abdullah bin Muhammad Syahab yang kini bergelar juga Ainu Tarim.
Satu hal yang menunjukan keistimewaan orang-orang yang bergelar di atas tersebut adalah tidak ada ulama Tarim yang berani keluar kota Tarim -sekalipun untuk urusan ibadah atau dakwah- kecuali jika telah mendapat izin atau restu dari mereka. Tradisi ini masih berjalan hingga saat ini, semua ulama Tarim setidaknya akan meminta pendapat dan restu kepada Habib Abdullah Syahab jika hendak keluar kota Tarim.

Jangan lupa send al-fatihah untuk beliau ya guys.

Al Habib Jakfar bin Syaikhon Assegaf


Ceramah Habib Taufiq:
Al Habib Jakfar bin Syaikhon Assegaf, Al Quran berjalan

Al Habib Jakfar merupakan satu tanda daripada tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam hal menghafalkan al Quran, menguasainya serta membacanya dengan cara yang paling sempurna. Sebagian ulama mengatakan mengenai beliau, “Jika al Habib Jakfar membaca al Quran seakan huruf-huruf al Quran keluar dalam bentuk fisiknya.” Apabila al Habib Jakfar datang, maka guru beliau al Habib Muhammad bin Ahmad al Muhdhor tidak mau menunjuk siapa pun untuk mengimami shalat kecuali al Habib Jakfar. Beliau menjuluki al Habib Jakfar dengan sebutan “al Quran.” Jika al Habib Jakfar datang, beliau menyambutnya dengan ucapan:

أَهْلاً بِالْقُرْآنِ وَأَهْلًا بِأَهْلِ الْقُرْآنِ

Selamat datang al Quran dan selamat datang Ahli al Quran.
Penamaan itu sungguh adalah penamaan yang tepat.

Ketika al Habib Alwi bin Ali al Habsyi datang mengunjugi beliau pada bulan Dzulhijjah tahun 1372 H, beliau menjadi makmum dari al Habib Jakfar pada shalat Maghrib. Al Habib Alwi mengatakan, “Aku tidak mampu membaca al Fatihah karena perasaan hadir yang menguasaiku ketika mendengar bacaan al Habib Jakfar. Maka aku bertaklid kepada pendapat ulama yang mengatakan bahwa membaca al Fatihah tidak wajib bagi makmum dalam shalat jahriyah.”

Jangan lupa guys send al fatihah untuk beliau.